fbpx
trombosit

Fakta Mengenai Trombosit

Darah tersusun dari sel darah dan plasma darah (cairan darah). Sel darah terbagi menjadi sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah atau trombosit (platelet). Trombosit adalah sel darah yang penting dalam pembekuan darah normal. Berikut adalah beberapa informasi mengenai trombosit yng perlu kamu ketahui

Berapa jumlah trombosit normal dalam tubuh?

Trombosit diproduksi oleh sumsum tulang belakang, memiliki bentuk pipih tidak bewarna dan memiliki siklus hidup hanya selama 10 hari. Umumnya, jumlah trombosit normal dalam darah adalah sekitar 150.000-450.000 trombosit per mikroliter.

Jumlah trombosit dapat digunakan sebagai indikasi atau diagnosis dini berbagai penyakit atau kondisi yang dapat menyebabkan masalah pada penggumpalan darah.

Apa fungsi trombosit?

Trombosit akan bereaksi jika pembuluh darah rusak atau mengalami luka, membentuk sumbatan awal untuk mengkerutkan luka dan menghentikan darah yang keluar. Tanpa trombosit, pembekuan darah akan terganggu dan bisa berbahaya bagi tubuh.

Apa yang terjadi jika jumlah trombosit dalam tubuh tinggi?

Jumlah platelet darah yang tinggi akan menimbulkan kondisi kesehatan seperti trombositemia dan trombositosis. Orang dengan trombositemia akan memiliki jumlah platelet yang melebihi satu juta trombosit per mikroliter. Gejalanya bisa meliputi pembekuan darah yang menghalangi suplai darah ke otak atau jantung.

Trombositosis juga merupakan kondisi di mana jumlah platelet tinggi, namun jumlahnya tidak setinggi trombositemia. Penyebabnya adalah penyakit atau kondisi di tubuh yang merangsang sumsum tulang untuk menghasilkan lebih banyak platelet, seperti infeksi, pembengkakan, reaksi terhadap obat-obatan, pemulihan pasca tindakan operasi besar atau setelah trauma fisik, kelelahan, juga pemulihan dari konsumsi alkohol berlebihan.

Trombositosis sering kali tidak disertai gejala. Namun apabila terjadi, gejalanya bisa meliputi sakit kepala, pusing, sakit dada, pingsan, pandangan berkunang-kunang, mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki. Pengobatannya tergantung pada penyebab yang mendasarinya. 

Apa yang terjadi jika jumlah trombosit dalam darah rendah?

Tubuh yang kekurangan trombosit riskan mengalami berbagai masalah kesehatan dalam jangka panjang. Kondisi saat jumlah trombosit rendah atau kurang dari 150.000 platelet per mikroliter disebut dengan trombositopenia. Hal ini dapat menyebabkan pendarahan internal yang berakibat fatal.

Tanda dan gejalanya antara lain munculnya lebam, tampak ruam atau bintik-bintik kemerahan di kulit, adanya darah pada urine atau feses, mudah lelah, kulit dan mata tampak menguning, limpa membesar, serta terjadi perdarahan di gusi atau hidung. Kondisi ini disebabkan oleh efek dari obat-obatan tertentu dan masalah kesehatan seperti: leukemia, penyakit ginjal, kehamilan, gangguan sistem kekebalan tubuh, defisiensi zat besi dan asam folat, serta infeksi seperti sepsis dan demam berdarah .

Namun, untuk beberapa kasus, jumlah platelet dapat meningkat dan trombositopenia dapat dicegah dengan mengkonsumsi makanan-makanan 
yang mengandung berbagai jenis vitamin, folat, zat besi, dan mineral, seperti

  1. Gandum Utuh
  2. Sayuran Hijau
  3. Buah buahan, contohnya kurma, jambu biji, jeruk, bit dan delima
  4. Biji-bijian
  5. Kacang-kacangan
  6. Hati sapi dan ayam
  7. Daging sapi
  8. Kuning telur
  9. Ikan-ikanan, kerang, tiram dan minyak ikan
  10. Angkak

Serta hindari sejumlah makanan dan minuman ini di saat yang bersamaan:

  1. Minuman keras dan alkohol.
  2. Makanan dan minuman mengandung pemanis buatan aspartam.

Apakah anda ada pertanyaan seputar Trombosit , atau pengalaman yang mau dibagi , silahkan comment di bawah ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top